Selasa, 18 Maret 2014
Senin, 17 Maret 2014
Rabu, 12 Maret 2014
Language,Gender,Ethnicity,Culture
BAHASA
Bahasa
adalah kunci pokok bagi kehidupan manusia di atas dunia ini, karena dengan
bahasa orang bisa berinteraksi dengan sesamanya dan bahasa merupakan sumber
daya bagi kehidupan bermasyarakat. Adapun bahasa dapat digunakan apabila saling
memahami atau saling mengerti erat hubungannya dengan penggunaan sumber daya
bahasa yang kita miliki. Kita dapat memahami maksud dan tujuan orang lain
berbahasa atau berbicara apabila kita mendengarkan dengan baik apa yang
dikatakan. Dibawah ini ada beberapa pengertian bahasa menurut ahli :
1. Pengertian
Bahasa menurut (Depdiknas, 2005: 3)Bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran
dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
2.
Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126)
bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda
yang menyimpulkan suatu tujuan.
3. Sedangkan
bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) bahasa
berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang
atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi
diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun
yang baik.
Kesimpulan
Pengertian Bahasa menurut ahli
Berdasarkan
beberapa pengertian bahasa tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa
pengertian bahasa adalah sistem yang teratur berupa lambang-lambang bunyi yang
digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran bahasa tersebut.
Nah dalam
arti dari pengertian bahasa tersebut, hal ini menonjolkan beberapa segi sebagai
berikut:
1. Bahasa
adalah sistem. Maksudnya bahasa itu tunduk kepada kaidah-kaidah tertentu baik
fonetik, fonemik, dan gramatik. Dengan kata lain bahasa itu tidak bebas tetapi
terikat kepada kaidah-kaidah tertentu.
![]() |
| Gambar 1. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://asosiasitradisilisan.blogspot.com/2012/05/k-j-i-n-f-o-l-k-o-r.html |
2. Sistem
bahasa itu sukarela (arbitary). Sistem berlaku secara umum, dan bahasa
merupakan peraturan yang mendasar. Sebagai contoh: ada beberapa bahasa yang
memulai kalimat dengan kata benda seperti Bahasa Inggris, dan ada bahasa yang
mengawali kalimatnya dengan kata kerja. Dan seseorang tidak dapat menolak
aturan-aturan tersebut baik yang pertama maupun yang kedua. Jadi tidak tunduk
kepada satu dialek tertentu.
![]() |
| Gambar 2. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://netsains.net/2008/12/bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-peradaban-dunia/ |
3. Bahasa
itu pada dasarnya adalah bunyi, dan manusia sudah menggunakan bahasa lisan
sebelum bahasa lisan seperti halnya anak belajar berbicara sebelum belajar
menulis. Di dunia banyak orang yang bisa berbahasa lisan, tetapi tidak dapat
menuliskannya. Jadi bahasa itu pada dasarnya adalah bahasa lisan (berbicara),
adapun menulis adalah bentuk bahasa kedua. Dengan kata lain bahasa itu adalah
ucapan dan tulisan itu merupakan lambang bahasa.
![]() |
| Gambar 3. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://netsains.net/2008/12/bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-peradaban-dunia/ |
4. Bahasa
itu simbol. Bahasa itu merupakan simbol-simbol tertentu. Misalnya kata ”rumah”
menggambarkan hakikat sebuah rumah. Jadi bahasa itu adalah lambang-lambang
tertentu. Pendengar atau pembaca meletakkan simbol-simbol atau lambang-lambang
tersebut secara proporsional.
![]() |
| Gambar 4. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://geometryarchitecture.wordpress.com/2013/03/24/interpretasi-jari-dalam-bahasa-isyarat/ |
5. Fungsi
bahasa adalah mengekspresikan pikiran dan perasaan. Jadi tidak hanya
mengekspresikan pikiran saja. Peranan bahasa terlihat jelas dalam
mengekpresikan estetika, rasa sedih senang dalam interaksi sosial. Dalam hal
ini mereka mengekspresikan perasaan dan bukan pikiran. Karena itu bahasa itu
mempunyai peranan sosial, emosional disamping berperan untuk mengemukakan ide.
GENDER
Kata Gender berasal
dari bahasa Inggris yang berarti jenis kelamin (John M. echols dan Hassan
Sadhily, 1983: 256). Secara umum, pengertian Gender adalah perbedaan yang
tampak antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku.
Dalam Women Studies Ensiklopedia dijelaskan bahwa Gender adalah suatu konsep
kultural, berupaya membuat perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku,
mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang
berkembang dalam masyarakat.
Istilah “gender” yang berasal dari bahasa Inggris yang di dalam kamus tidak
secara jelas dibedakan pengertian kata sex dan gender. Untuk memahami konsep
gender, perlu dibedakan antara kata sex dan kata gender.
Sex adalah perbedaan jenis kelamin secara biologis sedangkan gender perbedaan
jenis kelamin berdasarkan konstruksi sosial atau konstruksi masyarakat. Dalam
kaitan dengan pengertian gender ini, Astiti mengemukakan bahwa gender adalah
hubungan laki-laki dan perempuan secara sosial. Hubungan sosial antara
laki-laki dan perempuan dalam pergaulan hidup sehari-hari, dibentuk dan dirubah.
![]() |
| Gambar 5. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2013: http://fikomuntarkapsel.blogspot.com/2010/04/persamaan-perbeddan-gender.html |
Secara umum, pengertian Gender adalah perbedaan yang tampak antara laki-laki
dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku. Dalam Women Studies
Ensiklopedia dijelaskan bahwa Gender adalah suatu konsep kultural, berupaya
membuat perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan
karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam
masyarakat.
ETIKA
Etika
berasal dari istilah etik, istilah ini berasal dari bahasa Greek yang
mengandung arti kebiasaan atau cara hidup.K Bertens dalam buku etikanya
menjelaskan lebih jelas lagi. Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata
Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang
biasa; padang rumput; kandang; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap,
cara berpikir. Dalam bentuk jamak artinya adalah adat kebiasaan.
![]() |
| Gambar 6. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2013: http://www.docstoc.com/docs/45722694/KULIAH-DASAR-ETIKA-MEDIS |
Etika sering
diidentikan dengan moral (atau moralitas). Namun, meskipun sama-sama terkait
dengan baik-buruk tindakan manusia, etika dan moral memiliki perbedaan
pengertian. Moralitas lebih condong pada pengertian nilai baik dan buruk dari
setiap perbuatan manusia itu sendiri, sedangkan etika berarti ilmu yang
mempelajari tentang baik dan buruk. Jadi bisa dikatakan, etika berfungsi
sebagai teori tentang perbuatan baik dan buruk. Dalam filsafat terkadang etika
disamakan dengan filsafat moral.
Etika
membatasi dirinya dari disiplin ilmu lain dengan pertanyaan apa itu moral? Ini
merupakan bagian terpenting dari pertanyaan-pertanyaan seputar etika. Tetapi di
samping itu tugas utamanya ialah menyelidiki apa yang harus dilakukan manusia.
Semua cabang filsafat berbicara tentang yang ada, sedangkan filsafat etika
membahas yang harus dilakukan.
Selain itu
etika bisa disebut sebagai ilmu tentang baik dan buruk atau kata lainnya ialah
teori tentang nilai. Dalam Islam teori nilai mengenal lima ketegori baik-buruk,
yaitu baik sekali, baik, netral, buruk dan buruk sekali. Nilai ditentukan oleh
Tuhan, karena Tuhan adalah maha suci yang bebas dari noda apa pun jenisnya. Tetapi
tujuan etika itu sendiri ialah bagaimana mengungkap perbedaan kebaikan dan
keburukan sejelas-jelasnya sehingga mendorong manusia terus melangkah pada
kebaikan.
Kebaikan itu
sendiri –menurut ibn Sina- sangat erat kaitannya dengan kesenangan. Kebaikan
itu membuat manusia lebih sempurna dalam suatu hal. Kebaikan terbaik berkaitan
dengan kesempurnaan roh manusia. dengan demikian kejahatan merupakan sejenis
ketidak sempurnaan.
BUDAYA
Kebudayaan
adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi
kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam
suatu ruang dan waktu.
Kebudayaan
sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum,
adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai
anggota masyarakat.
Kebudayaan
merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang
menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada
keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang
sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan
nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa
menilai diri dari segala keadaannya.
![]() |
| Gambar 7. Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://d-onenews.com/blog/pawai-budaya-2012-gubernur-tekankan-tema-budaya-jatim/ |
Kebudayaan
sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang, begitu pula sebaliknya. Di dalam
pengembangan kepribadian diperlukan kebudayaan, dan kebudayaan akan terus
berkembang melalui kepribadian tersebut. Sebuah masyarakat yang maju, kekuatan
penggeraknya adalah individu-individu yang ada di dalamnya. Tingginya sebuah
kebudayaan masyarakat dapat dilihat dari kualitas, karakter dan kemampuan
individunya.
Manusia dan
kebudayaan adalah dua hal yang saling berkaitan. Manusia dengan kemampuan
akalnya membentuk budaya, dan budaya dengan nilai-nilainya menjadi landasan
moral dalam kehidupan manusia. Seseorang yang berperilaku sesuai nilai-nilai
budaya, khususnya nilai etika dan moral, akan disebut sebagai manusia yang
berbudaya. Selanjutnya, perkembangan diri manusia juga tidak dapat lepas dari
nilainilai budaya yang berlaku.
Kebudayaan
dan masyarakatnya memiliki kekuatan yang mampu mengontrol, membentuk dan
mencetak individu. Apagi manusia di samping makhluk individu juga sekaligus
makhluk sosial, maka perkembangan dan perilaku individu sangat mungkin
dipengaruhi oleh kebudayaan. Atau boleh dikatakan, untuk membentuk karakter
manusia paling tepat menggunakan pendekatan budaya.
Sumber :
- Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-bahasa-apa-arti-bahasa-menurut-ahli.html
- Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://aldyforester.wordpress.com/2013/03/24/pengertian-dan-fungsi-bahasa/
- Diunduh pada tanggal 13 Maret 2014: http://curbisica.blogspot.com/2011/09/pentingnya-penggunaan-bahasa-indonesia.html
- Suharso dan Ana Retnoningsih, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Semarang: Widya Karya, 2005).
- Kusumohamidjojo, Filsafat Kebudayaan; Proses Realisasi Manusia,(Yogyakarta: Jalasutra, 2010). Islam dan Budaya Lokal, (Yogyakarta: Teras, 2009).
- Bertens, K. 1993. Etika. Jakarta: Gramedia
- Poespoprodjo. 1999. Filsafat Moral Kesusilaan Teori dan Praktek. Bandung: Pustaka Grafika
Jumat, 07 Maret 2014
Metode Survei dan Metode Etnografi
Selamat malam semuanya,kali ini saya akan membahas perbedaan antara metode survei dan metode etnografi,keduanya ini sering digunakan seorang antropolog dalam melakukan suatu penilitian. Pada dasarnya keduanya merupakan sebuah metode dalam pengumpuan data namun ada beberapa perbedaan diantara keduanya.
Yg pertama saya akan membahas tentang metode surveri,yaitu suatu metode pengambilan data dengan cara memberikan kuisioner atau melakukan interview dan datanya bersifat kualitatif sedangkan metode etnografi adalah metode penelitian kualitatif yang sering digunakan dalam ilmu sosial seperti antropologi.
Yg pertama saya akan membahas tentang metode surveri,yaitu suatu metode pengambilan data dengan cara memberikan kuisioner atau melakukan interview dan datanya bersifat kualitatif sedangkan metode etnografi adalah metode penelitian kualitatif yang sering digunakan dalam ilmu sosial seperti antropologi.
Ada beberapa perbedaan antara metode survei dan metode etnografi,yaitu:
Metode survei:
- Datanya kualitatif
- Dilakukan di masyarakat yang modern yang melek huruf
- Peneliti tidak memiliki kontak langsung dengan objek yang diteliti,biasanya menggunakan wawancara dan menyebarkan kuisioner
- Tidak melakukan penelitian secara mendalam
- Hasi penelitian harus dianalisis dengan statistika karena banyaknya data
Metode etnografi:
- Datanya kuantitatif
- Peneliti harus terlibat langsung dalam melakukan penelitiannya
- Peneliti harus memiliki ikatan yang kuat terhadap objek yang akan diteliti
- Peneliti mempelajari seluruh segmen masyarakat
- Hasil penelitian tidak harus dianalisis dengan statistika
Demikian posting dari saya,mudah-mudahan membantu dalam mempelajari perbedaan etnografi dan metode survei. Terima kasih.
Sumber:
- Diunduh pada 06 Maret 2014: http://museumgeologiku.blogspot.com/2010/09/metode-etnografi-untuk-penelitian.html
- Diunduh pada 06 Maret 2014: http://antropologiui.wordpress.com/2011/06/01/rancangan-penelitian-etnografi-menurut-creswell/
Senin, 03 Maret 2014
Hubungan antara Antropologi,Psikologi,Sosiologi
Mengingat dari judulnya saja apa ada hubungan antropologi
dengan ilmu sosial lain terutama sosiologi dan psikologi. Dilihat sepintas
memang tidak ada beda antara ketiganya. Tapi siapa sangka di dalamnya terdapat
perbedaan yang perlu dilihat lagi. Sebelum kita membahas apa sih hubungan
ketiganya? Terlebih dahulu kita harus tahu apa itu antropologi, sosiologi dan
psikologi. Kemudian kita bisa mengetahui hubungan antara ketiganya.
Dalam perkembangannya pada permulaan abad ke-20 ilmu
antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya dapat dirumuskan
sebagai berikut yaitu mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di
luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat suatu
pengertian tentang masyarakat masa kini yang kompleks. (1990, p.4). Adapun
menurut Koentjaraningrat berpendapat bahwaantropologi adalah ilmu
yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna,
bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan
Sebaliknya, sejarah perkembangan ilmu sosiologi
menyebabkan bahwa ilmu itu sejak mula hingga sekarang tertuju kepada
obyek-obyek penelitian dalam masyarakat dan kebuayaan bangsa-bangsa yang hidup
dalam lingkngan kebudayaan Ero-Amerika. Auguste Comte berpendapat bahwa
sosiologi adalah suatu studi positif tentang hukum-hukum dasar dari berbagai
gejala sosial yang dibedakan menjadi sosiologi statis dan sosiologi dinamis
(1990, p.28). Menurut Pitirim Sorokin:
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik
antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan
gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh
timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir,
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala
sosial lain.
Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990),
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang
dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara
langsung. Dengan kata lain psikologi bisa diartikan sebuah proses tingkah
laku seseorang.
Setelah mengetahui pengertian di atas dapat terlihat
perbedaan antara ketiganya yang mana memiliki peran ilmu yang berbeda antara
satu dengan yang lainnya. Salah satu contoh hubungan antara antropologi,
sosiologi dan psikologi adalah ketika seseorang yang tinggal di pedesaan
berpindah tempat di perkotaan. Dari perpindahan ini sudah jelas terlihat ada
aspek dari antropologi, sosiologi dan psikologi seseorang tersebut. Dimana di
dalamnya terdapat proses adaptasi di tempat baru. Adanya adaptasi mau tidak mau
orang tersebut harus menyesuaikan dirinya supaya bisa bertahan di tempat
barunya. Disisi lain kebudayaan yang ada di pedesaan dan perkotaan tentu
berbeda yang mana hal ini dilihat dari aspek antropologinya. Sudah jelas hubungan
antara ketiganya memang bisa dirasakan adanya dan memang saling terkait.
Antropologi
mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu lainnya seperti psikologi,sosiologi karena Antropologi adalah
salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat
suatu etis tertentu; Psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental; Sosiologi
berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan,
teman sedangkan Logos berarti ilmu
pengetahuan.,sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentangmasyarakat..
.Ilmu
Antropologi dengan Ilmu Psikologi
Sebagaimana
yang diketahui antropologi mempelajari tentang manusia dan psikologi
menyelidiki pengalaman dan tingkah laku manusia. Adanya hubungan yaitu dengan
menggunakan analisa psikologi,
maka
ilmu antropologi dapat menganalisa secara mendalam apa saja yang terjadi di
masa lalu. Bantuan psikologi terhadap antropologi sangatlah besar,sehingga
dalam perkembangannya yang terakhir ,lahir suatu sub ilmu atau
spesialisasi dari antropologi yaitu etnopsikologi atau antropologi psikologikal
atau juga kebudayaan dan kepribadian.Selain itu hubungan psikologi dengan
antropologi menghasilkan suatu cabang antropologi yang lain yaitun anthropology
in mental health.Antropologi psikologis adalah antropologi yang bersifat interdisipliner dan
mengkaji interaksikebudayaan dan proses mental. Cabang
ini terutama memperhatikan cara perkembanganmanusia dan enkulturasi dalam
kelompok budaya tertentu-dengan sejarah, bahasa, praktik, dan kategori konseptualnya
sendiri-membentuk proses perolehan kognisi, emosi,persepsi, motivasi, dan kesehatan mental.
Juga memeriksa tentang bagaimana pemahaman kognisi, emosi, motivasi, dan proses
psikologis sejenis membentuk model proses budaya dan sosial. Setiap aliran
dalam antropologi psikologis memiliki pendekatannya sendiri-sendiri.
Beberapa
aliran dalam antropologi psikologis:
1.
Antropologi
psikoanalitis
2.
Kebudayaan
dan Kepribadian
3.
Etnopsikologi
4.
Antropologi
kognitif
5.
Antropologi
psikiatris
Antropologi
dan psikologi saling berhubungan dalam penyelidikannya.Sejak setengah abad lalu,
di Amerika dan Inggris telah berkembang berbagai penelitian antropologi yang
alam analisisnya menggunakan banyak konsep psikologi. Tiga masalah yang menjadi
fokus perhatian antropologi:
1.
‘kepribadian bangsa’
2.
Peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat
3.
Nilai universal dalam
4.
Persoalan ‘kepribadian bangsa’ à sesudah perang Dunia
ke-1 à hubungan antar bangsa kian intensif,
perhatian penjajah terhadap kepribadian bangsa jajahan.Fokus studi antropologi
awal tahun 1920-an : Ahli antropologi tertarik pada lingkungan dan kebudayaan
dari bayi dan anak-anak, masa itu dianggap penting bagi pembentukan kepribadiandewasa
yang khas dalam suatu masyarakat.Hampir semua penelitian yang mendalami
“kepribadian bangsa” menyimpulkan bahwa ciri-ciri kepribadian yang tampak
berbeda pada bangsa- bangsa di dunia ini bersumber pada cara pengasuhan pada
masa kanak-kanak.
Misalnya:
orang jepang yang dewasa menjadi bersifat memaksakan kehendaknya, karena ketatnya
latihan mengenai cara membuang air pada masa kanak-kanak
Ilmu
Antropologi dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi membantu ilmu
antropologi dalam mempelajari susunan kemasyarakatan, latar belakang, serta
kebudayaan manusia dan pola kehidupan manusia. Sehingga dengan adanya sosiologi
dapat mempermudah sarjana dalam mengkaji ilmu antropologi. Objek kajian
sosiologi adalah masyarakat manusia terutama dari sudut hubungan antar manusia
dan proses yang timbul
dari hubungan manusia dalam masyarakat. Keduanya adalah cabang ilmu sosial
yg mempelajari tentang manusia,tingkah laku dan interaksi antar manusia yg satu
dgn manusia
yg lain.bedanya adalah antropologi mengkhususkan pada budaya manusia di dalam
suatu masyarakat tertentu, sedangkan sosiologi lebih ke arah mempelajari
kehidupan sosial dalam
masyarakat secara umum.
Sumber:
1.diunduh pada 02 Maret 2014: http://wulansetiawan.blogspot.com/2012/08/hubungan-antropologi-dengan.html, Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Penerbit PT. Rineka Cipta
2.Roger.M.Kessing. Samuel Gunawan. Antropologi Budata: Suatu Perspektif Kontemporer. Edisi Kedua Jilid 2. Jakarta: Erlangga
1.diunduh pada 02 Maret 2014: http://wulansetiawan.blogspot.com/2012/08/hubungan-antropologi-dengan.html, Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Penerbit PT. Rineka Cipta
2.Roger.M.Kessing. Samuel Gunawan. Antropologi Budata: Suatu Perspektif Kontemporer. Edisi Kedua Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Welcome to Psychology A3P
Apasih
"A3P"?? Kenapa "A3P" ?
Pertanyaan yang pasti muncul ketika membuka blog saya ya? jadi A3P adalah
singkatan dari nama kelompok kami. Didalam pembelajaran filsafat kami mempunyai
sebuah kelompok nah di dalam kelompok kami beranggotakan "A"gatha
"A"bhyani "A"dha (Sandy) dan "Pramesti".
Perkenalan lagi deh sekalian visit blog kami masing-masing ya.......disini ada
Perkenalan lagi deh sekalian visit blog kami masing-masing ya.......disini ada
Agatha Ratih Christianti : " agathata.blogspot.com"
Abhyani Prastika : " prastikabhyani.blogspot.com "
Adha Sandy P
: " sinonimkematian.blogspot.com "
PramestiWidyapriani : " pramestiwidyapriani.blogspot.com "
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpeg)